Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

18 October 2011

Bocah Penjual Koran

Dari tadi pagi hujan mengguyur kota tanpa henti, udara yang biasanya sangat panas, hari ini terasa sangat dingin. Di jalanan hanya sesekali mobil yang lewat, hari ini hari libur membuat orang kota malas untuk keluar rumah. Di perempatan jalan, Umar, seorang anak kecil berlari-lari menghampiri mobil yang berhenti di lampu merah, dia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan, hanya saja dia begitu erat melindungi koran dagangannya dengan lembaran plastik.

Korannya bu ! seru Umar berusaha mengalahkan suara air hujan. Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan, dalam hatinya dia merenung anak sekecil ini harus berhujan-hujan untuk menjual koran. Dikeluarkannya satu lembar dua puluh ribuan dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang. Mau koran yang mana bu?, tanya Umar dengan riang.

Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi aku juga sudah baca , jawab si ibu. Si Umar kecil itu tampak terpaku, lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu yang dia terima, Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan, tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya , Umar berkata dengan muka penuh ketulusan. Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya, raut mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil.

Dari dalam mobil dia menggerutu Udah miskin sombong! . Kakinya menginjak pedal gas karena lampu menunjukkan warna hijau. Meninggalkan Umar yang termenung penuh tanda tanya.Umar berlari lagi ke pinggir, dia mencoba merapatkan tubuhnya dengan dinding ruko tempatnya berteduh.Tangan kecilnya sesekali mengusap muka untuk menghilangkan butir-butir air yang masih menempel. Sambil termenung dia menatap nanar rintik-rintik hujan di depannya,

Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku , gumamnya lemah. Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda, Umar masih saja duduk berteduh di emperan ruko, sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar.Tiba-tiba didepannya sebuah mobil berhenti, seorang bapak dengan bersungut-sungut turun dari mobil menuju tempat sampah, Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk , dengan penuh kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil. Umar dengan langkah cepat menghampiri laki-laki yang ada di mobil.

Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan , pinta Umar dengan penuh harap.Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil di depannya. Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya. Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya sudah cukup bagi saya, boleh khan pak?, tanya Umar sekali lagi. Bbbbbooolehh , jawab pria tersebut dengan tertegun. Umar berlari riang menuju tong sampah, dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan, sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.

Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk di dekatinya Umar. Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan yang sudah aku buang?, dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil di depannya dengan penuh perasaan kasihan. Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya , jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng. Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa. Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya .Si anak kecil tersenyum dengan manis, Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak.

Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus. Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran di mana aku yang akan mentraktirnya , ujar sang laki-laki dengan nada agak tinggi karena merasa anak di depannya berfikir keliru. Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh, Bapak!, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini. Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya , Umar memperbaiki posisi duduknya dan berkata kembali, Dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya kembali di kemudian hari. Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki di depannya untuk berpamitan.

Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali, Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan kebahagiaannya . Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil di depannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi. Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani, karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini .

Pertanyaan Refleksi :

1. WHAT DO YOU THINK ABOUT THIS STORY ???

2. SEANDAINYA ANDA DIPERHADAPKAN DENGAN KONDISI SEPERTI SI PENJUAL KORAN INI, BAGAIMANA SIKAP ANDA ?(Sebelum beranjak ke pertanyaan ke-3, renungkan jawabannya, jawab dalam hati Anda)

3. BAGAIMANA WUJUD / BUKTI KALAU ANDA MEMANG MENSYUKURI HIDUP ANDA SEKARANG INI ? (renungkan, jawab dalam hati)

4. SUDAHKAH ORANG-ORANG DI SEKELILING MERASAKAN AURA POSITIF DARI DIRI ANDA KARENA ANDA MAMPU BERDAMAI DENGAN HARI INI ?

10 August 2009

Dementor di Sekitar Kita

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tahu tentang Dementor.

Buat yang ga tau, digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor punya kemampuan
menyedot semangat hidup manusia sampai bisa jadi putus asa.

Ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Kalo di cerita Harry Potter
Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan
jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang
biasa.

Mereka bisa aja duduk di sebelah kita di kantin, berdiri di belakang
kita waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik
pintu bertuliskan “BOSS”.
Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor
bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara
serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada
gunanya, dsb, dsb.

Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa
curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan
terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu
menular, dan dampak penularannya sangat merugikan.

Hati-hati! Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor?
Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita
sendiri. Semakin banyak kita mengeluh, semakin kita benci sama diri sendiri.

Semakin kita benci sama diri sendiri, kita semakin yakin bahwa diri kita nggak berguna.
Semakin kita yakin diri kita nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

-

Kenali Dementor Sejak Dini

Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan
sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang
seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya.

Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin
sebuah acara ngumpul yang tadinya ‘seru’ dan ‘hore’ jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya.

Contoh:

“Eh si X baru beli HP lho!” kata seseorang.”

“Oh ya, apa merknya?” sambut yang lain antusias.”

“Sony Ericsson, kalo nggak salah”

“Sony Ericsson?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor.
Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya…blablabl a… mana
harga jualnya cepet jatuh… blablabla… mau beli lagi nggak ada duit…
blablabla… apa-apa sekarang mahal… blablabla… gaji nggak naik-naik… “

Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah.
Atau dengan kata lain, yaitu tadi: ngedrop.

2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak
peduli sebagus apapun keadaannya.
Kalo mau dibilang sebagai ‘bakat’, memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang.

Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu,
para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.

Contoh:

“Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng
sekali ya… udah gitu keliatannya baik, lagi.”

“Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia lho…”

“Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik
waktu kuliah dulu.”

“Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan
tinggi, kan?”

“…kalo tidur pasti ngorok kaya babi,” kata sang Dementor merusak
suasana.

3. Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa
sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara
menjadi sungkan.

Contoh:

“Hai, gue denger abis pindah rumah ya?”
“Iya nih, biasa… pinjeman dari kantor…”
“Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu…”

“Oh…”
“Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah
ngepas,gimana mau nabung buat beli rumah?”

“Ehm… tapi…”

“Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh
rasanya… Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak…”

“Eh… permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?”

4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain.
Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan

Contoh:

“Gue mau coba bisnis baru nih!”

“Bisnis apa?”

“Jualan baju anak-anak”

“Yahhh… hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan
baju udah segambreng?”

“….tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!”

“Alaaah… unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran.
Liatin aja!”

“Euh… gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho…”
“Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak
elu.

Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi.
Mana barang dagangan dibawa kabur orang…” dst dst dst.

-

Kiat Menghadapi Dementor

Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di
dekat kalian menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah pergi
jauh-jauh.

Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Ujung Kulon kek,
mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka.
Ingat, Dementor itu sangat menular!

-

Checklist Dementor

Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak
menyadarinya, coba teliti daftar berikut.

Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati,
kalian sedang menjelma menjadi Dementor.
Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.

- Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue.
- Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gue.
- Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak.
- Gue nggak tau gue ingin jadi apa.
- Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima.
- Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
- Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat p*nt*t, pasti.
- Dari dulu memang gue ditakdirkan apes.
- Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain.
- Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya gini sekarang.
- Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik.
- Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup gue, sih.
- Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja.
- Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.
- Gue udah ketuaan untuk nyoba hal-hal baru.
- Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue.
- Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras.
- Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya.
- Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
- “7 Habits”-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini.
- Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini
- Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

-

Pesan Bagi Para Dementor

Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes
sedunia. Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang.

Jadi, kalian harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho.
Cheers,