Masa Nararya Sanggramawijaya
Pada 1215 Raden Wijaya memproklamasikan berdirinya kerajaan baru: Majapahit. Nama Sansekertanya adalah Wilwatikta. Ia dinobatkan sebagai raja pertama dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Menurut Kidung Harsa Wijaya, penobatan Raden Wijaya terjadi pada tanggal 15 Kartikamasa bulan Karttika tahun 1215 Saka, bertepatan dengan 12 November 1293.
Nararya Sanggramawijaya (Raden Wijaya) dalam Prasasti Balawi tahun 1305 menyatakan dirinya sebagai Wangsarajasa. Dengan demikian, ia tak pernah sekali pun berniat hendak mendirikan “dinasti” baru, melainkan meneruskan dinasti yang telah dibangun Ken Arok, buyutnya. Bahkan, menurut Naskah Wangsakerta, Wijaya memiliki hubungan darah dengan Kerajaan Sunda.
Rajasawangsa adalah dinasti yang didirikan oleh Nararya Sangramawijaya. Ada yang menarik dalam hal ini: Nararya Sangramawijaya tidak menamakan dinastinya dengan sebutan, misalnya, Wijayawangsa, melainkan Rajasawangsa. Penamaan dinasti ini terbukti dari Piagam Kertarajasa Jayawardhana tahun 1305, sebuah lempengan satu baris yang berbunyi: “Rajasawangsa, penolong orang utama, pahlawan gagah berani dalam peperangan ….” Dengan demikian, Sanggramawijaya tidak bermaksud mendirikan wangsa atau dinasti baru yang disebut dengan unsur namanya, melainkan melanjutkan Kerajaan Singasari yang terputus oleh Jayakatwang tahun 1292. Nama abhiseka Nararya Sanggramawijaya mengandung unsur “rajasa”, nama pendiri Singasari, Ken Arok. Dengan jalan demikian terlihat kesetiaan Sanggramawijaya terhadap Singasari.
Dalam memerintah, Wijaya mengangkat para pengikutnya yang dulu setia dalam perjuangan mendirikan Majapahit. Nambi diangkat sebagai Mahapatih Majapahit, Lembu Sora sebagai Patih Daha, Arya Wiraraja dan Ranggalawe diangkat sebagai Pasangguhan (jabatan yang setara dengan hulubalang raja). Pada 1294 Raden Wijaya juga memberikan anugerah kepada pemimpin Desa Kudadu yang dulu melindunginya saat pelarian menuju Madura.